Sumpah Pemuda di era Pemuda Zaman Now

 on 29 Oktober 2019  


Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak sejarah pergerakan dalam meraih kemerdekaan RI, tidak terasa saat ini adalah Hari Sumpah Pemuda yang ke-91. Dengan bertambahnya usia yang tidak muda lagi apakah para pemuda hari ini (zaman now) sudah seperti harapan sumpah pemuda???.

Batavia (sekarang Jakarta) pada tanggal 27-28 Oktober 1928, menjadi saksi berkumpulnya pemuda-pemuda dari berbagai daerah di Nusantara dalam wadah Kongres Pemuda Kedua. Kongres ini ternyata menjadi awal sejarah dalam perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia, saat itu jauh sebelum Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan pada 17 agustus 1945. Perjuangan pemuda-pemuda di daerah masing-masing dalam menentang penjajahan, yang selama ini bersifat parsial dan kedaerahan, disatukan dalam satu semangat yang sama, dalam satu harapan yang sama, bernama Indonesia.

Perjuangan seluruh elemen bangsa saat itu membuat Indonesia bisa berdiri tegak dengan bendera merah putih. Berdiri sejajar dengan negara-negara lain di dunia tanpa terbelenggu dengan penjajahan. Semua hasil yang diperoleh hari ini tidak terlepas dari peran pemuda didalamnya.

Berikut isi Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres

Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Beda dulu tentu beda pula dengan sekarang, jika pada zaman setengah abad lalu pemuda memikirkan dan berjuang untuk merebut hak bangsa ini yang dirampas oleh penjajah. Sehingga apapun akan dikorbankan, tak terkecuali nyawa sekalipun. 

Namun bagaimana pengorbanan generasi muda atau millennial sekarang?
Meskipun berbeda zaman namun makna perjuangan menurut beberapa orang tidaklah berubah. Yang mungkin berbeda hanya situasi dan kondisinya saja. Sebab itu pulalah strategi perjuangan perlu disesuaikan dengan kebutuhan

Di zaman sekarang semakin canggihnya teknologi, pemakaian smart phone, media sosial yang tidak bisa lepas oleh para pemuda membuat mereka semakin apatis terhadap persoalan-persoalan sosial dan sekitarnya. Pergaulan semakin bebas tanpa batas, tata kerama kepada guru dan orang tua semakin berkurang serta ditambah lagi Narkoba yang terus menggerogoti hidup para pemuda. Dari sini tantangan masih begitu besar, penjajahan sudah tidak diwilayah fisik melainkan di alam pemikiran-pemikiran generasi pemuda.

Mari para pemuda lebih bijak dalam pergaulan dan menggunakan alat-alat teknologi, kita berharap pemuda-pemuda zaman now lebih baik dari tempo dulu. Sehingga pada era milenial ini setidaknya muncul Generasi berprestasi, Bebas dari narkoba dan bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik. aamiin  

Generasi berprestasi
Saatnya yang muda yang berkarya, slogan ini begitu pas bagi generasi millennial. Zaman sekarang mereka yang dihargai adalah mereka yang berprestasi. Kini era bersaing mengadu prestasi. Anak-anak muda yang mendapatkan tempat adalah mereka yang mempersembahkan karya nyata bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, nusa dan bangsa.
Maka makna sumpah pemuda era milenial adalah mengejar sebanyak-banyaknya prestasi demi membanggakan negeri.

Bebas dari narkoba
Dalam memaknai hari sumpah pemuda, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah generasi muda Indonesia harus sehat dan kuat bebas narkoba. Dalam kondisi kekinian perkembangan global, berbagai persoalan mengancam eksistensi pemuda. Salah satu ancaman paling besar adalah penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja dan pemuda. Sehingga tantangan yang dihadapi oleh generasi millennial Indonesia semakin kompleks.

World Drugs Reports 2018 yang diterbitkan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), menyebutkan sebanyak 275 juta penduduk di dunia atau 5,6 % dari penduduk dunia (usia 15-64 tahun) pernah mengonsumsi narkoba. Sementara di Indonesia, BNN selaku focal point di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) mengantongi angka penyalahgunaan narkoba tahun 2017 sebanyak 3.376.115 orang pada rentang usia 10-59 tahun.

Sedangkan angka penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar di tahun 2018 (dari 13 ibu kota provinsi di Indonesia ) mencapai angka 2,29 juta orang. Salah satu kelompok masyarakat yang rawan terpapar penyalahgunaan narkoba adalah mereka yang berada pada rentang usia 15-35 tahun atau generasi milenial

Pemuda pembawa perubahan
“Berikan aku 1.000 orang tua akan aku cabut semeru dari akarnya, tapi berikan aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia” kata Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno.

Kalimat bung karno tersebut seolah merupakan gambaran betapa dahsyatnya pemuda sebagai agen perubahan. Tentunya pemuda yang di maksud adalah pemuda yang berpikir positif dan beprestasi.
Berikut beberapa contoh pemuda-pemuda hebat yang bisa menginspirasi kita semua. Ibnu Sina dokter muda Islam yang telah membuka praktek dan menjadi dokter Pribadi khalifah diusia 17 tahun. Usamah bin Zaid menjadi panglima perang yang memimpin ribuan pasukan pada usia 20 tahun. Thoriq bin Ziyad kurang dari 30 tahun mnjadi komandan perang yang menaklukan spanyol.

Muhammad Al Fatih sultan Turki penakluk imperium Paling berkuasa romawi timur saat usia 21 tahun. Mark Zuckerberg pemuda usia 20 tahun yang membuat facebook. Napoleon Bonaparte pada usia 24 tahun diangkat menjadi seorang jendral dan mnjadi kaisar perancis. Thomas Alfa Edison menemukan mesin telegraf di usia 23 tahun dan menciptakan Listrik pd usia 32 tahun. Jendral Sudirman telah memimpin perang diusianya yang ke 27 tahun dan mnjadi jendral besar diusia 31 tahun.

Setidaknya dunia sudah mencatat kisah mereka, Semoga kita bisa meneladani perjuangan mereka dalam meraih kesuksesan di usia muda. aamiin




Tidak ada komentar:

J-Theme